Surakarta (Humas) – Satyalancana Karya Satya adalah tanda kehormatan dari pemerintah Indonesia , disahkan oleh Presiden RI yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai penghargaan atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan selama 10, 20, atau 30 tahun secara terus-menerus. Tanda kehormatan ini berfungsi sebagai bentuk pengakuan atas jasa dan motivasi untuk meningkatkan kinerja, serta dijadikan teladan bagi PNS lainnya.
Tujuh puluh lima (75) ASN di wilayah Kementerian Agama Kota Surakarta berhak menerima penghargaan tersebut dan penyerahan dilaksanakan di Aula Soedirman MAN 1 Surakarta (26/11/2025). Penyematan lencana dilaksanakan oleh Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun sedangkan penyerahan piagam oleh KaSubbag TU, Bagus Sigit Setiawan.
Berdasarkan Keppres RI Nomor 58/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, dalam kutipannya tercantum 4 ASN untuk pengabdian 30 tahun, 53 ASN untuk pengabdian 20 tahun, serta 18 ASN untuk pengabdian 10 tahun.
Usai penyematan, Kepala Kantor, Ahmad Ulin memberikan pembinaan kepada seluruh penerima penghargaan. Materi Core Values ASN, yaitu BerAKHLAK disampaikan dengan sangat jelas.
Sebelumnya, Ulin menyampaikan bahwa penyerahan penghargaan ini adalah istimewa. “Diserahkan di sela peringatan Hari Guru Nasional, dimana banyak diantara yang hadir disini adalah guru, dan Hari KORPRI, karena kita semua adalah anggota,” jelasnya.
Ulin juga mengenalkan layanan baru dari Kemenag Surakarta, BALIKOS sebuah Barcode Layanan Informasi Kemenag Solo yang menampilkan seluruh informasi layanan, mulai dari prosedur, syarat, dan output dan bisa di akses 24 jam.
“Sebuah pedoman Menpan RB, yang bertajuk BerAKHLAK, harus dimilki oleh seluruh ASN, adakah yang tahu kepanjangan BerAKHLAK ?” tanya Ulin. Yang kemudian dijawab oleh salah satu ASN, Kasmiyanto.
“Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif,”jawabnya. Beruntung, Kasmiyanto medapatkan reward berupa voucher belanja di koperasi pegawai. Selanjutnya, Ulin menyampaikan tentang arti core value, yaitu prinsip dasar yang menjadi pedoman bagi individu atau organisasi dalam bertindak, membuat keputusan, dan berperilaku.
Secara detail, Ahmad Ulin mengupas satu persatu terkait komitmen BerAKHLAK. “Dan di semua komitmen tersebut, peran pimpinan diperlukan untuk kesuksesan penerapannya,”jelasnya.
Peran pimpinan yang dimaksud adalah keteladanan, dimana pimpinan menjadi contoh nyata dalam penerapan BerAKHLAK dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan, dan pembinaan dimana pimpinan melakukan pembinaan berkelanjutan pada seluruh jajaran ASN di wilayah kerja masing-masing. “Dan tentu, evaluasi yaitu pimpinan memastikan penerapan nilai-nilai termonitor dan menjadi bagian dari penilaian kinerja pegawai,” pungkasnya.
Ulin menutup pembinaan dengan mengajak peserta, memperagakan Tepuk Sakinah, dipimpin oleh salah satu peserta M Yunan Hidayat, penerima satyalancana yang bertugas sebagai Penghulu KUA Laweyan. Tepuk tangan meriah menutup akhir kegiatan, dan reward yang sama pun diserahkan. (may)




















