Surakarta (Humas) – MA Al-Islam Jamsaren Surakarta melaksanakan kegiatan Outing Class sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual dan penguatan karakter peserta didik (27/01/2025). Kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X yang berjumlah 67 siswa didampingi oleh 6 orang guru pendamping. Outing Class merupakan salah satu program pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik agar mampu mengaitkan materi pembelajaran yang diperoleh di dalam kelas dengan realitas kehidupan di masyarakat.
Outing Class tahun ini mengusung konsep pembelajaran terpadu dengan mengunjungi dua objek edukatif, yaitu AK-Tekstil Solo (Akademi Komunitas Industri Tekstil Surakarta) dan Telaga Kusuma yang berlokasi di Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Pemilihan dua lokasi tersebut didasarkan pada upaya madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang seimbang antara pengenalan dunia industri modern dan pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Objek pertama yang dikunjungi dalam kegiatan Outing Class MA Al-Islam Jamsaren Surakarta adalah AK-Tekstil Solo (Akademi Komunitas Industri Tekstil Surakarta), sebuah lembaga pendidikan vokasi yang berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia terampil dan kompeten di bidang industri tekstil. Kunjungan ke AK-Tekstil Solo ini memiliki tujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai dunia industri secara langsung, memperkenalkan sistem pendidikan vokasi, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penguasaan keterampilan dan kompetensi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Peserta didik dapat mengenali potensi diri, minat, dan bakat yang dimiliki, sehingga dapat menjadi dasar dalam merencanakan jenjang pendidikan dan pilihan karier di masa mendatang. Penjelasan mengenai profil lembaga, fasilitas pembelajaran, serta proses produksi tekstil yang menggunakan peralatan dan teknologi modern disampaikan. Peserta didik diajak untuk mengamati secara langsung tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses akhir, sehingga memperoleh gambaran nyata tentang keterkaitan antara teori yang dipelajari di madrasah dengan praktik di dunia kerja. Guru pendamping turut memberikan penguatan dengan mengaitkan hasil pengamatan peserta didik dengan materi pembelajaran di kelas, khususnya pada mata pelajaran yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan kewirausahaan.
Kepala MA Al-Islam Jamsaren Surakarta, Much. Syafii menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran madrasah. “Kegiatan Outing Class ke AK-Tekstil Solo ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta didik agar memahami bahwa pembelajaran di madrasah memiliki keterkaitan erat dengan dunia industri. Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta didik termotivasi untuk meningkatkan kompetensi diri dan memiliki gambaran awal tentang dunia kerja,” ujarnya.
Rombongan melanjutkan kunjungan ke objek pembelajaran kedua, yaitu Telaga Kusuma yang terletak di Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Peserta didik mengikuti pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan mempelajari proses pembuatan tempe secara tradisional. Diperkenalkan pada tahapan pembuatan tempe, mulai dari pemilihan bahan baku kedelai, proses perendaman, perebusan, peragian, hingga proses fermentasi. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang nilai-nilai kerja keras, kesabaran, ketelitian, dan tanggung jawab yang terkandung dalam proses produksi pangan tradisional. Pembelajaran berbasis kearifan lokal ini juga bertujuan untuk menumbuhkan sikap menghargai budaya lokal serta meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap potensi ekonomi masyarakat.
Much. Syafii kembali menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pendidikan madrasah. “Melalui kegiatan di Telaga Kusuma ini, peserta didik kami ajak untuk belajar menghargai proses, memahami nilai kerja keras, serta menumbuhkan kepedulian terhadap budaya dan potensi masyarakat sekitar. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan pendidikan karakter di madrasah,” ungkapnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya madrasah dalam menanamkan nilai moderasi beragama, kepedulian sosial, dan semangat kemandirian kepada peserta didik melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh madrasah dalam rangka meningkatkan kualitas proses pendidikan. Para guru pendamping menilai bahwa Outing Class mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik serta memperkuat pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang selama ini disampaikan di kelas. Much. Syafii menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari program pembelajaran madrasah. “Outing Class ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan perkembangan zaman. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial,” tuturnya. Melalui kegiatan Outing Class ini, MA Al-Islam Jamsaren Surakarta berupaya mendukung terwujudnya tujuan pendidikan madrasah sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian Agama, yaitu mencetak generasi yang unggul secara akademik, kuat dalam karakter, moderat dalam beragama, serta siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (kkh/my)

















