Kota Surakarta (Humas) – Dalam rangka menyambut datangnya tamu agung bulan suci Ramadan 1447 H, Raudhatul Athfal (RA) Nurul Huda Surakarta menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadan dengan cara yang unik dan meriah. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para anak-anak untuk mengekspresikan kegembiraan spiritual mereka melalui pawai syiar di lingkungan sekitar sekolah pada Sabtu (14/2/2026).
Tarhib berasal dari bahasa Arab yang berarti “menyambut dengan lapang dada”. Kegiatan ini bukan sekadar pawai keliling, melainkan metode edukasi experiential learning bagi anak usia dini.Kegiatan ini bertujuan untuk mengondisikan jiwa anak-anak agar siap menerima keberkahan bulan puasa. Melalui Tarhib, anak-anak diajarkan bahwa Ramadhan bukanlah beban, melainkan anugerah yang harus disambut dengan wajah berseri dan hati yang bersih (tazkiyatun nafs).
Pukul 08.00 WIB, tiga armada kereta kelinci yang masing-masing menarik dua gerbong telah bersiap di halaman sekolah untuk membawa pesan damai Ramadan kepada masyarakat luas. Suasana syiar terasa begitu kental saat kereta kelinci membelah jalanan. Yang menarik, setiap sudut kereta tampak indah berhiaskan poster-poster dakwah hasil karya mandiri anak-anak.

Poster- poster tersebut menggunakan teknik mewarnai dan tempel yang bertuliskan pesan-pesan penuh makna seperti:
• Marhaban ya Ramadhan, Selamat Datang Bulan Penuh Ampunan
• Aku Siap Belajar Puasa karena Allah
• Marhaban ya Ramadhan, Maafkan Aku Teman-teman
• Sambut Ramadhan dengan Hati Bersih dan Senyum Ceria
Sepanjang perjalanan menuju lapangan, suara merdu anak-anak tak henti melantunkan sholawat dan lagu Islami, sembari sesekali berseru mengajak warga sekitar untuk bersiap menunaikan ibadah puasa.
Setibanya di lapangan, suasana semakin semarak. Anak-anak mengikuti sesi senam bersama untuk melemaskan. Setelah berkeringat, anak-anak menikmati snack time berupa buah pisang yang disantap dengan lahap sembari bercengkerama dengan teman-temannya. Keceriaan berlanjut dengan sesi fun game ada yang asyik bermain lompat tali hingga bermain sepak bola di bawah cerahnya langit. Raut wajah bahagia dan peluh keringat tidak melunturkan semangat mereka.
Momen tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah (persaudaraan) antar teman sejawat di luar kelas. Perjalanan pun berlanjut menyusuri rute yang lebih luas, melewati rumah warga, area persawahan, hingga melintasi sisi jalan tol dan jembatan. Dengan penuh semangat anak-anak berteriak dari atas kereta, “Bulan Ramadhan akan tiba, ayo puasa, bersihkan hati, sucikan diri, Marhaban ya Ramadhan!”
Kepala RA Nurul Huda Surakarta Wulandari mengatakan, “Alhamdulillah, Tarhib tahun ini berjalan sangat sukses. Ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi cara kami menanamkan kerinduan pada bulan suci di hati anak-anak. Kami ingin anak-anak merasa bahwa kedatangan Ramadan adalah sebuah perayaan besar yang patut disambut dengan bahagia.”
Rangkaian Tarhib berakhir di halaman sekolah dengan agenda makan bersama. Kelompok gizi RA Nurul Huda Surakarta telah menyiapkan menu spesial Kari Ayam yang bergizi. Anak-anak menyantap hidangan tersebut dengan penuh sukacita, mencerminkan rasa syukur atas nikmat Allah.
Sebelum doa pulang dilantunkan, para guru mengajak siswa melakukan review untuk memastikan anak-anak memahami mengapa mereka harus bergembira menyambut Ramadan. Agar nilai-nilai kebaikan yang dipelajari hari ini dapat tertanam kuat dalam ingatan mereka.

Wulandari menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sinergi semua pihak.
“Alhamdulillah, melalui kegiatan Tarhib Ramadhan ini, anak-anak belajar bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi tentang kegembiraan berbagi dan menyucikan hati. Saya ingin mengucapkan terima kasih, syukron jazaakumullah khairan yang sebesar-besarnya kepada Komite Sekolah yang telah mendampingi dengan luar biasa, Kelompok Gizi bulan Februari atas hidangan lezatnya, serta para guru dan masyarakat sekitar yang menyambut kami dengan hangat. Kolaborasi ini adalah kunci kebahagiaan anak-anak hari ini dan merupakan bentuk nyata dari ukhuwah islamiyah di lingkungan RA Nurul Huda. Semoga semangat ini membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkas Wulandari.
Ramadhan bagaikan bunga yang mekar di musim yang tepat, menebar harum ampunan ke seluruh penjuru hati. Mari kita sambut dengan senyum paling tulus dan jiwa yang paling putih
(wln/rmd)

















