Kota Surakarta (Humas) – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Surakarta menggelar pertemuan koordinasi dengan tujuan menyelaraskan program kerja serta memperkuat implementasi kurikulum di lingkungan RA. Bertempat di RA Arafat Reksoniten, kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/2/2026) pukul 10.00 WIB itu dihadiri para pengelola dan pendidik RA se-Kota Surakarta.
Suasana khidmat mewarnai rangkaian seremonial pembukaan yang diawali dengan Gema Wahyu Ilahi serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Ketua IGRA Kota Surakarta Sri Harpeni menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 80 Kemenag serta kehadiran sepuluh pengurus IGRA dalam kegiatan Pembinaan Dharma Wanita Persatuan Kemenag pada Jumat (6/2/2026) lalu di Hotel Dana Solo.
“Kehadiran dan partisipasi aktif para pengurus menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memajukan pendidikan madrasah di Kota Surakarta,” ujar Sri Harpeni.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dan pembinaan yang disampaikan oleh Pengawas RA Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Sarkin dan Istikomah, yang hadir dalam kesempatan tersebut. Dalam sesi pembinaan, Istikomah menekankan tiga prioritas utama yang harus segera dituntaskan para pengelola RA. “Pertama, percepatan penyusunan RKARA dan penyelesaian Rapor Digital Madrasah tepat waktu. Kedua, integrasi indikator Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran. Ketiga, perwujudan RA Ramah Anak yang tidak hanya aman dan toleran, tetapi juga mendorong madrasah ramah lingkungan,” tegas Istikomah di hadapan puluhan guru RA.

Sementara itu, Sarkin memberikan informasi teknis terkait kalender pendidikan dan jadwal akademik mendatang yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia merinci bahwa libur Ramadhan ditetapkan pada 16–20 Februari 2026 untuk satuan pendidikan dengan sistem lima hari kerja, dan 16–21 Februari 2026 untuk enam hari kerja. Adapun libur Idul Fitri dimulai 16 Maret 2026, dengan kegiatan belajar mengajar akan kembali aktif pada 30 Maret 2026. Sarkin juga mengingatkan pentingnya diseminasi ilmu bagi para guru yang telah mengikuti pembinaan.
“Setiap guru yang memperoleh pembinaan wajib melakukan diseminasi kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing agar manfaatnya meluas,” pesannya.
Memasuki sesi akhir rakor, Sri Harpeni menyampaikan sejumlah pengumuman operasional yang menyentuh aspek kedisiplinan dan kebersamaan. Ia menegaskan ketentuan penggunaan seragam guru, yakni baju hijau setiap hari Rabu dan baju oranye setiap hari Kamis. Tak hanya itu, Sri Harpeni juga mengumumkan rencana penampilan dari masing-masing kecamatan dalam gelaran Halal Bihalal (HBH) mendatang sebagai ajang mempererat silaturahmi dan kreativitas antarpendidik RA.
Pertemuan rapat koordinasi tersebut menjadi bukti nyata sinergi IGRA dan Kankemenag Kota Surakarta dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah yang adaptif, humanis, dan berorientasi mutu. Melalui penguatan kurikulum, percepatan administrasi, serta penanaman nilai cinta dan ramah anak, Kankemenag Kota Surakarta terus menunjukkan konsistensinya dalam memberikan informasi layanan keagamaan yang tidak hanya prosedural, tetapi juga transformatif dan menyentuh akar kebutuhan masyarakat. (knl/rmd)



















