Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Tahfidzul Qur’an Al Ma’shum (MITTQUM) Surakarta kembali menyelenggarakan pembelajaran bermakna melalui serangkaian kegiatan, mulai dari Fun Outing Class, kunjungan Perpustakaan Keliling, hingga kajian parenting “MAKAH (Majelis Barokah)” di bulan Oktober lalu. Rangkaian ini sejalan dengan visi Kementerian Agama Kota Surakarta dalam mendorong lembaga pendidikan Islam untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki akhlak mulia dan wawasan luas.
Sebagai bagian dari Gerakan Literasi Madrasah yang didukung penuh oleh Kankemenag Kota Surakarta, MITTQUM kedatangan Perpustakaan Keliling Kota Surakarta pada Sabtu (18/10/2025). Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka mengeksplorasi beragam koleksi buku bacaan Islami, sains, dan cerita inspiratif, menandai semangat baru dalam menumbuhkan budaya baca.

Puncak kegiatan pada bulan Oktober adalah Fun Outing Class yang dilaksanakan pada 23 dan 25 Oktober 2025, dengan tema dan destinasi berbeda yang dirancang khusus untuk setiap jenjang kelas. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kurikulum yang menyinergikan teori di kelas dengan konteks dunia nyata, sebuah pendekatan yang terus didorong oleh Kemenag.
Siswa kelas 1 dan 2 mengasah kreativitas dan kecakapan hidup melalui eksplorasi “Bentuk dan Warna” di IKM Kreatif Harmoni Semanggi serta praktik “Hobi Memasak” dengan adab Islami di SFA Klodran. Sementara itu, siswa kelas 3 mendapat pengalaman langsung mengenai sains dan sosial dengan mengamati sistem kerja kereta dan interaksi penumpang di Stasiun KAI Solo Balapan dan Kereta Bandara Adi Soemarmo.
Untuk jenjang yang lebih tinggi, kelas 4 mempraktikkan seni daur ulang dengan membuat gantungan kunci dari kalender bekas di Setyo Handmade. Kelas 5 dan 6 melakukan perjalanan edukatif menggunakan Bus Trans Jateng menuju Museum Manusia Purba Sangiran. Di sana, mereka tidak hanya mempelajari warisan budaya nasional tetapi juga memahami langsung tata kota dan efisiensi transportasi umum.

Kepala MITTQUM Surakarta Bayu Wicaksono, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini adalah bentuk pembelajaran kokurikuler untuk memperkuat pengalaman belajar bermakna.
“Madrasah harus mampu menghubungkan teori dengan kehidupan sehari-hari agar ilmu tidak berhenti di ruang kelas, sekaligus melatih kemandirian dan tanggung jawab sosial anak,” ujar Bayu Wicaksono.
Tidak hanya berfokus pada siswa, MITTQUM juga memberikan perhatian serius kepada pendidikan orang tua melalui Majelis Barokah (MAKAH) yang diselenggarakan pada Sabu (25/10/2025). Kajian parenting ini menghadirkan pemateri Freddy Alhusaini dengan tema “Setiap Anak Itu Cerdas: Mengenal Kecerdasan Majemuk pada Anak Usia 6–12 Tahun”.
Freddy Alhusaini dalam paparannya menjelaskan sembilan jenis kecerdasan majemuk, mulai dari linguistik hingga spiritual. Ia menegaskan bahwa setiap anak unik dengan kecerdasannya masing-masing, sehingga orang tua dan guru dituntut untuk dapat mengenali dan mengembangkannya dengan penuh kasih sayang dan apresiasi.

Para wali murid menyambut hangat kegiatan tersebut, yang memberikan perspektif baru dalam mendidik anak secara holistik sesuai fitrah dan potensi alaminya. Dukungan dari Kemenag Kota Surakarta terhadap inisiatif semacam ini memperkuat peran madrasah sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter dan intelektual peserta didik.
Bayu Wicaksono berharap, MITTQUM dapat terus meneguhkan perannya sebagai ruang tumbuh yang menyenangkan.
“Semoga Mittqum menjadi tempat di mana belajar adalah perjalanan spiritual dan intelektual menuju terwujudnya insan yang smart, taat, dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (iba/rmd)























