Kota Surakarta (Humas) – Menutup bulan Januari, Raudhatul Athfal (RA) Nurul Huda Kota Surakarta menggelar outing class perdananya di tahun 2026 pada Selasa (27/1/2026) dengan mengunjungi Bandara Adi Soemarmo. Bertemakan “Edukasi Dirgantara Bandara Internasional Adi Soemarmo”, outing class kali ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang interaktif dan mengenalkan moda transportasi udara kepada sejumlah 60 siswa kelas B Arafah. Sesampainya di bandara, siswa diajak untuk merasakan simulasi bagaimana suasana penumpang yang menempuh perjalanan menggunakan pesawat terbang.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya melihat pesawat dari jauh, tetapi memahami proses dan aturan yang berlaku di bandara. Ini adalah pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang sangat efektif untuk mengajarkan kedisiplinan dan melatih keberanian anak sejak usia dini,” tutur Kepala RA Nurul Huda Wulandari menyatakan tujuan outing class tersebut.
Edukasi Profesi dan Keselamatan Penerbangan tidak lupa menjadi bagian dari materi yang disampaikan. Siswa mendengarkan penjelasan edukatif mengenai fungsi bandara, profesi-profesi yang ada di dalamnya, seperti Pilot, Pramugari, dan Avsec, serta siswa juga diajarkan agar paham pentingnya mematuhi aturan keselamatan.

Melalui outing class kali ini, RA Nurul Huda memberikan Gambaran agar dapat tertanamkan di benak siswa untuk memiliki pandangan cita-cita tinggi dan memberikan wawasan baru bahwa bandara adalah tempat yang ramah, aman, dan penuh dengan teknologi canggih.
Setelah memahami prosedur penerbangan yang cukup intens, rangkaian kegiatan beralih ke suasana yang lebih santai namun tetap sarat makna yaitu Belajar Sambil Bermain melalui games edukatif. Untuk menyegarkan suasana, para petugas bandara mengajak siswa kelas B bermain game interaktif.
Gelak tawa anak-anak pecah saat mereka berhasil menyelesaikan tantangan dari petugas, menciptakan kedekatan antara anak-anak dan petugas bandara. Setelah itu, kegiatan makan Bersama dan pulang.
Kreativitas guru RA Nurul Huda Surakarta selalu ditampilkan dalam waktu yang tepat. Tidak membiarkan kekosongan menyelimuti perjalanan pulang, para guru memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajarkan tayamum sebagai wawasan praktis tentang ibadah saat bepergian. Guru mendemonstrasikan gerakan menyapu wajah dan tangan sesuai syariat. Anak juga diberikan edukasi tentang tata cara shalat sambil duduk di kursi bus. Hal ini bertujuan agar anak-anak memahami bahwa ibadah shalat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun, termasuk saat sedang dalam perjalanan.
Outing Class Kedua Tahun 2026 Diikuti Sejumlah 74 Siswa Kelas A Marwah
Outing class kedua RA Nurul Huda dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026), sejumlah 74 siswa kelas A Marwah diajak untuk mengeksplorasi stasiun dan taman kota untuk pembelajaran mengenal moda transportasi darat kereta api. Keceriaan terpancar dari wajah siswa kelas A saat mengikuti kegiatan outing class kali ini. Dengan semangat belajar di luar kelas, rombongan memulai perjalanan dari sekolah menggunakan bus menuju destinasi utama yaitu stasiun Kadipiro. Setibanya di stasiun, anak disambut hangat oleh petugas stasiun. Pengalaman belajar dimulai dengan simulasi menjadi penumpang yang tertib, meliputi pPembagian tiket, anak belajar memegang tanggung jawab atas tiket mereka sendiri, proses check-in, mengenal prosedur validasi tiket sebelum memasuki area peron, dan mengenal fasilitas dan keselamatan stasiun.
Di halaman dalam stasiun, petugas memberikan tur edukatif mengenai fasilitas publik. Anak diperkenalkan mengenai area fasilitas umum yang ada di stasiun seperti lokasi toilet, mushola untuk beribadah, dan area tunggu penumpang. Petugas memberikan demonstrasi mengenai alat-alat keselamatan, salah satunya adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta fungsi rambu-rambu yang ada di lingkungan stasiun.
Momen paling eksklusif adalah saat anak diajak memasuki Ruang Pusat Kendali (Ruang Pengatur Perjalanan Kereta Api). Di sini, anak melihat langsung bagaimana petugas mengatur lalu lintas kereta agar tetap aman. Penjelasan mendetail diberikan mengenai cara kerja sinyal dan koordinasi antar stasiun yang membuat para siswa terpukau.
Momen yang paling dinantikan anak-anak telah tiba, yaitu menunggu kedatangan Kereta Bandara Adi Soemarmo (BIAS). Puncak antusiasme siswa memuncak saat Kereta BIAS perlahan memasuki peron Stasiun Kadipiro. Dengan tertib dan dipandu oleh para guru, seluruh siswa Kelas A menaiki gerbong kereta untuk memulai perjalanan menuju bandara.

Di dalam gerbong, pengalaman belajar menjadi semakin hidup. Anak tidak hanya duduk manis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan petugas operasional. Petugas kondektur dengan ramah menyapa anak-anak dan menjelaskan perannya dalam memastikan kenyamanan penumpang serta memeriksa kesesuaian tiket selama perjalanan.
Kehadiran petugas kepolisian kereta di dalam kereta memberikan rasa aman sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban di fasilitas umum.
Selama perjalanan dari Kadipiro menuju Bandara, petugas memberikan penjelasan mendetail mengenai “Do & Don’t” yaitu tata tertib dan larangan di dalam kereta api. Di antaranya: larangan makan dan minum, aturan berbicara, keamanan jendela dan pintu, penggunaan kursi.
Perjalanan singkat namun sarat makna ini berakhir saat kereta berhenti dengan sempurna di Stasiun Bandara Adi Soemarmo. Melalui kegiatan ini, siswa Kelas A diharapkan tidak hanya membawa pulang cerita seru, tetapi juga pemahaman nyata bahwa transportasi publik adalah milik bersama yang harus dijaga dengan etika yang baik. Setibanya di Stasiun Bandara Adi Soemarmo, petualangan berlanjut dengan pengenalan fasilitas modern. Siswa Kelas A belajar menggunakan lift dengan tertib untuk turun menuju area lobby. Pengalaman ini melatih keberanian dan kemandirian anak dalam menggunakan fasilitas teknologi publik.
Anak-anak kemudian diarahkan menuju area masjid bandara yang bersih dan tenang. Di lokasi ini, para guru membimbing anak melakukan Toilet Training, yaitu mengajarkan kemandirian dalam menjaga kebersihan diri di area umum, mulai dari mengantri hingga penggunaan air yang hemat. Kemudian di bawah suasana bandara yang sejuk dan tertata rapi, anak-anak duduk melingkar untuk menikmati bekal mereka. Momen ini digunakan untuk mengajarkan adab makan, berbagi dengan teman, serta memastikan tidak ada sampah yang tertinggal sedikitpun (zero waste lifestyle).

Setelah energi kembali terisi, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus menuju Taman Dibal area terdekat bandara. Di ruang terbuka hijau ini, suasana belajar berubah menjadi penuh tawa dan gerak fisik. Mengawali kegiatan dengan gerakan tubuh yang energik untuk menghirup udara segar. Kemudian anak diajak bermain game ketangkasan dan simulasi “Mencari Harta Karun”. Aktivitas ini dirancang untuk melatih kerja sama tim, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah secara kelompok. Di bawah rimbunnya pohon, anak-anak mendengarkan cerita inspiratif yang merangkum pelajaran yang mereka dapatkan sepanjang hari.
Kedua kegiatan outing class tersebut diharapkan menjadi memori indah sekaligus fondasi karakter bagi siswa RA Nurul Huda dalam berinteraksi dengan dunia luar. (wln/rmd)

















