Kota Surakarta (Humas) – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Amien Suyitno pada Sabtu (14/2/2026) melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah lembaga pendidikan agama Islam di kota Surakarta. Kunker tersebut menjadi bagian dari rangkaian monitoring pelaksanaan seleksi peserta didik baru serta penguatan pengembangan lembaga pendidikan agama Islam di kota Surakarta.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut turut dihadiri Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Musta’in Ahmad, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, serta Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin.
Di lokasi pertama, Amien Suyitno meninjau pelaksanaan tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) MAN 1 Surakarta. Amien Suyitno berkeliling ke ruang ujian di Laboratorium CBT (Computer Based Test) untuk memastikan proses seleksi berjalan tertib, transparan, dan sesuai prosedur.
Saat meninjau langsung ke ruang laboratorium CBT, ia tidak hanya memastikan kesiapan sarana dan sistem pelaksanaan ujian, tetapi juga menyempatkan diri menyapa para peserta dengan penuh semangat untuk memberikan motivasi kepada siswa yang sedang mengikuti seleksi.

“Semoga lulus semua!,” ujarnya singkat, yang disambut antusias oleh para peserta tes.
Dalam sesi wawancara, Amien Suyitno menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan dengan baik dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, saya hari ini berkunjung ke MAN 1 Surakarta. Kita tahu bahwa hari ini adalah hari tes seleksi untuk madrasah-madrasah unggulan yang dikelola oleh Kementerian Agama, salah satunya adalah MAN 1 Surakarta. Kita ingin memastikan bahwa pelaksanaan tes yang diikuti lebih dari 1.800 siswa ini menjadi penanda bahwa madrasah unggulan termasuk MAN 1 Surakarta dapat dipercaya oleh publik dan masyarakat luas,” ungkap Amien Suyitno.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya nilai kejujuran dan integritas dalam proses seleksi agar madrasah benar-benar mendapatkan peserta didik terbaik.
“Saya ingin memastikan bahwa pelaksanaan tesnya sudah betul betul transparan, menjunjung tinggi nilai nilai kejujuran, integritas, dan dipastikan bahwa yang terseleksi dari angka yang signifikan itu harus anak-anak yang hebat, berpotensi, dan bertalenta tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, proses seleksi yang ketat ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul baik secara akademik maupun karakter.
“Mudah-mudahan dari saringan yang sangat tinggi ini, dapat menghasilkan calon anak-anak dengan masa depan yang baik,” tambahnya.
Selain meninjau pelaksanaan CBT, Amien Suyitno juga memantau secara langsung proses tes wawancara guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan obyektif dan profesional.
Sekitar pukul 09.15 WIB, rombongan melanjutkan kunjungan ke MTs N Surakarta 1. Di lokasi tersebut, Amien Suyitno meninjau pelaksanaan tes Computer Based Test (CBT) Seleksi Nasional Murid Baru MAN Insan Cendekia Pekalongan.
Pelaksanaan ujian berbasis komputer menjadi perhatian khusus karena merupakan bagian dari upaya digitalisasi sistem seleksi madrasah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana prasarana, jaringan, serta kenyamanan peserta selama mengikuti tes.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Surakarta untuk menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gedung SD DQS Al Azhari Internasional yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB.
Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan baru yang diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang berwawasan global.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta pada pukul 13.30 hingga 14.15 WIB. Kunjungan ini menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Kementerian Agama dengan lembaga pendidikan tinggi Islam di Surakarta.
Secara keseluruhan, kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang monitoring, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan Islam. Dirjen Pendis berharap seluruh proses seleksi dan pembangunan lembaga pendidikan mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan berakhlakul karimah. (rsd/rmd)

















