Surakarta (Humas) – Sejumlah 314 siswa kelas 8 MTsN Surakarta 1 tampak memadati kompleks Asrama Haji Donohudan pada Rabu (28/1/2026). Dengan pakaian ihram yang rapi, mereka mengikuti rangkaian kegiatan Manasik Haji sebagai bagian dari upaya madrasah dalam mendisiplinkan dan melatih kemandirian siswa sejak dini.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Nurul Qomariyah yang menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simulasi ibadah yang memerlukan kekuatan mental dan fisik. Setelah pembagian urutan dan pengarahan teknis para siswa mulai bergerak mengikuti jalur praktik haji di bawah bimbingan guru agama.

Suasana di lapangan terasa begitu hidup saat para siswa mulai melakukan prosesi tawaf dan sa’i. Gemuruh doa-doa yang dilantunkan secara serempak menciptakan atmosfer religius yang kental di area asrama. Meskipun keringat membasahi dahi, tak ada raut lelah yang berarti yang ada justru kompetisi sehat antar kelas untuk menunjukkan tata cara ibadah yang paling sempurna dan tertib.
“Awalnya sempat bingung urutan lari-lari kecilnya, tapi setelah dibimbing guru agama langsung jadi paham. Rasanya seperti sedang benar-benar di depan Ka’bah,” ungkap Fazila, salah satu peserta dari Kelas 8D yang tampak penuh semangat mengikuti instruksi.

Pembimbing kegiatan,Sholeh menjelaskan bahwa praktik ini adalah laboratorium karakter bagi siswa. ”Tujuannya agar anak-anak tidak hanya hafal teori di kelas, tapi juga merasakan langsung bagaimana fisik dan kedisiplinan diuji saat melaksanakan rukun-rukun haji,” jelasnya.
Acara diakhiri dengan evaluasi dari Guru Agama, Innayati dan Joko Susilo. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kesungguhan, kedisiplinan dan kekompakan siswa, diberikan hadiah kepada tiga kelas dengan performa praktik terbaik sebagai penutup rangkaian kegiatan yang penuh kesan tersebut. (diana/my)

















