“Al Quran (itu) luar biasa. Aneh bin ajaib. (Dan) Alquran itu, mampu memberikan kepuasan emosional dan intelektual terhadap masyarakat, yang pada waktu itu primitif, di Kota Mekah dan Madinah”.
Demikian disampaikan Prof. Nazarudin Umar, Menteri Agama RI, saat mengawali tausiyahnya dalam acara Peringatan Nuzulul Qur’an dan Zayed Humanitarian Day, di Masjid Sheikh Zayed Solo pada Selasa (18/03/25) malam.
Meskipun Kota Mekah dan Madinah itu luas, dan merupakan daerah padang pasir, namun dua Negara super power saat itu, Romawi Bizantium dan Persia, tidak tertarik untuk menjajah. Salah satu alasannya dikarenakan penduduknya masih primitif.
“Persia dan Romawi tidak pernah mengintip Jazirah Arab untuk dijajah, untuk ditaklukan. Kenapa ?. Karena daerahnya kering. Masyarakatnya pun juga sangat terbelakang. Tapi, begitu lahir Nabi Muhammad SAW, maka dalam tempo yang sangat singkat, justru Jazirah Arab ini mampu menaklukkan kerajaan super power yang ada di timur yaitu Persia dan kerajaan yang ada di barat yaitu Romawi Bizantium”, ungkapnya.
“Bagaimana mungkin penduduk yang sangat terbelakang ini, akhirnya mampu menjadi penakluk sang super power ?. Itulah hebatnya Alquran dan itulah hebatnya Nabi Muhammad SAW”, paparnya.
Sampai saat ini, katanya, ajaran Nabi Muhammad SAW telah dianut oleh separuh penduduk dibelahan dunia ini.
Mengutip buku karya Michael H. Hart yang berjudul “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History” atau “100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah”, sejarawan dan penulis dari Amerika Serikat yang katanya tidak memiliki keyakinan dan seringkali mengkritik agama dalam karyanya itu, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh paling utama dan tidak ada tandingannya dari 100 tokoh yang pernah lahir dimuka bumi ini.
“Nabi Isa atau Yesus Kristus itu, populer setelah 700 tahun beliau wafat. Tetapi, Nabi Muhammad SAW, dalam tempo 23 tahun mampu menyaksikan ajarannya dianut oleh separuh belahan dunia. Dahsyat sekali !”, ungkapnya.
Jadi, lanjutnya, kalau ada di antara kita yang mampu membebani Alquran, maka tentu juga akan mencontoh kehebatan Nabi Muhammad SAW.
Prof.Nazarudin juga menyebutkan satu buku lagi yang sangat penting karya Thomas Allen, “The 11 Most Important People in the History of the World” atau “11 Tokoh Berpengaruh yang Pernah Lahir di Muka Bumi Ini”. Thomas mengatakan bahwa dari 11 tokoh yang pernah lahir di muka bumi ini, manusia yang paling sakti paling hebat, tenyata Nabi Muhammad SAW.
“Nabi Muhammad adalah tokoh yang paling revolusioner tak terbandingkan dan tak tertandingi sampai sekarang ini. (Padahal) kedua penulis ini adalah non muslim. Itulah kehebatan Alquran”, ungkapnya.
Bagaimana mungkin Alquran yang kita anggap supercanggih ini tapi mampu memberikan kepuasan intelektual dan emosional masyarakat seprimitif di masyarakat badawa di negeri Arab sana ?.
Dia mengajak kepada kita untuk melihat fase demi fase kehebatan dari 27 ilmuwan muslim tersohor di dunia, yang memperoleh kepuasan intelektual dari Alquran, mulai zaman pertengahan tahun 700 M sampai tahun 1200 M.
Kita lihat, misalnya Jabir bin Hayan, lahir tahun 721 M, dikenal sebagai the father of the chemisteri, Ibnu Rusy yang wafat tahun 1126, dokter spesialis bedah, Al Khawarizmi bapaknya matematik aljabar, Al Biruni, lahir tahun 973, dialah yang pertama mengukur ketinggian gunung yang paling tinggi di dunia, Gunung Himalaya dengan teori jari-jarinya. Ibnu Al Arabi ini, ulama fikih yang menulis Kitab perbandingan mazhab bidayatul mujtahid dua jilid dan sebagainya.
“Kalau ada pemenang Hadiah Nobel pada waktu, maka 27 orang pemenang hadiah Nobel itu semua dipegang oleh ilmuwan Islam”, pungkasnya. (Sol/my)