Kota Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta bekerja sama dengan Organisasi Masyarakat Anti Fitnah (Mafindo) menyelenggarakan kegiatan AI Goes to School di Aula MAN 2 Surakarta, Rabu (28/01/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang merupakan perwakilan madrasah dari jenjang RA hingga MA, baik negeri maupun swasta se-Kota Surakarta.
Kegiatan ini turut dihadiri Koordinator Mafindo Institute Jawa Tengah, Erwina, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta Lanjar Utami, serta Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Bagus Sigit Setiawan.
Dalam sambutannya, Erwina menyampaikan bahwa kegiatan AI Goes to School bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar pekerjaan menjadi lebih mudah dan efektif, namun tetap berada dalam koridor etika.
“AI Goes to School membekali keterampilan dalam memanfaatkan AI agar pekerjaan menjadi lebih mudah, dengan tetap memperhatikan batasan etika,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Surakarta, Lanjar Utami, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 2 Surakarta sebagai lokasi kegiatan.
“Terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melalui Kepala Subbag TU yang telah memilih MAN 2 Surakarta sebagai venue kegiatan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya di lingkungan Kementerian Agama Kota Surakarta,” ungkapnya.
Sebagai pembuka acara, Kepala Subbag TU Kankemenag Kota Surakarta, Bagus Sigit Setiawan, menekankan pentingnya pemahaman terhadap perkembangan teknologi, khususnya AI.
“Salah satu teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini adalah AI. Pemanfaatannya diharapkan dapat mendukung efektivitas dan efisiensi dalam bekerja,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi sejalan dengan visi Islam yang dicanangkan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Dalam koridor Kementerian Agama, pemanfaatan teknologi ini sejalan dengan visi Islam yang relevan di setiap waktu dan zaman,” tambahnya.
Namun demikian, Bagus Sigit juga mengingatkan agar penggunaan AI dipahami secara bijak.
“AI saat ini menjadi perbincangan luas. Kementerian Agama, khususnya madrasah, harus memahami kegunaan sekaligus dampak dan efek sampingnya. Oleh karena itu, sangat tepat jika kita belajar tentang hal ini melalui kegiatan pada pagi hari ini,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Trainer Adriana G. Firdausy yang membahas tantangan serta etika dalam penggunaan AI. Selanjutnya, Trainer M. Adib Ilham menyampaikan materi mengenai berbagai platform AI yang umum digunakan dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu memahami dan memanfaatkan teknologi AI secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan Kementerian Agama.(Za)
Experiental Learning Tahun 2026 RA Nurul Huda Surakarta Ajak Siswa Eksplorasi, Edukasi dan Selalu Unjuk Teacher Creativity
Kota Surakarta (Humas) - Menutup bulan Januari, Raudhatul Athfal (RA) Nurul Huda Kota Surakarta menggelar outing class perdananya di tahun...
Selanjutnya

















