Surakarta (Humas) – Langkah menuju masa depan yang cerah kerap kali membutuhkan persiapan yang matang sejak dini. Menyadari pentingnya hal tersebut, MTsN Surakarta 1 menggelar Kegiatan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Sekolah Unggulan bagi orang tua serta murid kelas 9 Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Sabtu (15/8/2026). Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat kesiapan mental dan akademik para siswa, sekaligus membekali para orang tua agar dapat mendampingi buah hati mereka dengan optimal dalam menghadapi ujian nasional yang kian dekat.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN Surakarta 1, Nurul Qomariyah, menggarisbawahi pentingnya memiliki banyak opsi sekolah lanjutan. “Mengingat proses seleksi di berbagai sekolah favorit seperti MAN Insan Cendekia dan SMA Pradita Dirgantara kini sering kali berlangsung secara bersamaan, siswa dituntut untuk makin cermat dalam menentukan pilihan,”jelasnya. Tak hanya itu, pihak madrasah juga gencar berburu beasiswa hingga 100% demi membukakan jalan bagi para siswanya agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/MA unggulan tanpa terkendala biaya.
Semangat tersebut diperkuat oleh paparan dari Wahyu Febriyanto, Waka Kurikulum, yang menjelaskan betapa krusialnya peran TKA. Nilai TKA memiliki bobot hingga 50% dalam seleksi masuk SMA Negeri. Dengan predikat sebagai madrasah berprestasi yang mencatatkan nilai rata-rata TKA tertinggi di Jawa Tengah, MTsN Surakarta 1 merancang sebuah skema khusus bernama Program Sukses. “Program ini mencakup pembimbingan intensif, penyediaan buku panduan TKA, penyelenggaraan uji coba tryout, hingga doa bersama,”ujarnya. Pihak sekolah bahkan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga bimbingan belajar guna memberikan pilihan belajar yang paling sesuai bagi tiap siswa, seraya menargetkan minimal 50% siswa aktif mendaftar ke sekolah-sekolah unggulan.
Meski demikian, perjalanan menuju kelulusan tentu tak lepas dari dinamika dan perjuangan. Salah seorang wali murid kelas 9 mengungkapkan bagaimana padatnya jadwal belajar, bimbingan, hingga kerja kelompok yang kadang berlarut-larut sempat menguji kesabaran di rumah. Namun, lewat sosialisasi ini, seluruh pihak diajak untuk menyatukan persepsi. Dengan sinergi yang erat antara bimbingan madrasah, perhatian orang tua, serta keteguhan hati para siswa, Sosialisasi TKA ini menjadi pemantik semangat bersama bahwa setiap usaha keras dan doa akan bermuara pada hasil terbaik sesuai ketentuan-Nya. (dna/my)












