Surakarta (Humas) – Keluarga besar MTsN Surakarta 1 menyelenggarakan Pengajian Tarhib Ramadhan pada Selasa (10/02/26) bertempat di Aula Gedung 1 yang diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh khidmat. Kegiatan yang mengusung tema “Ramadhan: Madrasah Ruhani untuk Membentuk Akhlak Mulia” ini bertujuan untuk menyiapkan kondisi spiritual siswa agar mampu menyambut bulan suci dengan hati yang bersih, peningkatan semangat ibadah, serta implementasi perilaku yang terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Srisetiyo menekankan bahwa terdapat tiga golongan manusia yang dirindukan oleh surga, yakni mereka yang istiqamah membaca Alquran, mereka yang mampu menjaga lisan dari ucapan yang tidak bermanfaat, serta orang-orang yang senantiasa gemar bersedekah. Pesan mendalam ini memicu antusiasme besar di kalangan siswa, seperti yang diungkapkan oleh Jibril siswa kelas 8S5 mengaku tergerak untuk lebih menjaga tutur kata dan kesabaran selama berinteraksi di sekolah. Senada dengan hal tersebut, Najma kelas 9S2, juga merasa termotivasi untuk menyusun target khatam Alquran. “Bismillah semoga Ramadhan tahun ini bisa one day,one juz”,tutur Najma.

Kepala MTsN Surakarta 1, Nurul Qomariyah memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah awal transformasi karakter siswa di lingkungan madrasah. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi sarana bagi siswa untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik. “Kami berharap melalui kegiatan tarhib ini, para siswa tidak hanya siap secara fisik, tetapi benar-benar menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan perilaku yang nyata, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, jujur, dan memiliki empati sosial yang tinggi sesuai dengan nilai-nilai akhlakul karimah,” tegasnya.
Melalui pembekalan spiritual yang kuat ini, diharapkan seluruh warga MTsN Surakarta 1 dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih berkualitas. Semoga semangat ibadah dan perilaku mulia yang ditempa selama bulan suci tidak hanya berhenti saat Lebaran tiba, melainkan terus melekat dan menjadi identitas utama para siswa dalam kehidupan bermasyarakat. (diana/my)

















