Surakarta (Humas) – MTs SA Al Islam Jamsaren turut berpartisipasi dalam kegiatan SPECTA Edufair yang diselenggarakan oleh Ikatan Kepala Sekolah Swasta (IKSS) Surakarta di The Park Mall Solo Baru (25/01/2026). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 23–25 Januari 2026, dan menjadi ajang pameran pendidikan sekaligus seni bagi sekolah-sekolah swasta se-Kota Surakarta.
SPECTA Edufair menghadirkan beragam penampilan kreatif dari masing-masing sekolah, seperti seni menyanyi, grup band, seni tari tradisional, modern dance, hingga pertunjukan seni lainnya. Selain sebagai media promosi sekolah, kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi bakat dan minat peserta didik yang dikemas secara edukatif dan menghibur masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, MTs SA Al Islam Jamsaren menampilkan “Dramatari Ramayana Argasoka”, sebuah dramatari tradisional yang mengangkat kisah intrik di Taman Argasoka setelah peristiwa penculikan Dewi Sinta oleh Prabu Rahwana. Penampilan ini menggambarkan konflik batin, kesetiaan, serta perjuangan melalui gerak tari yang anggun, ekspresif, dan sarat makna. Kostum yang khas serta iringan musik tradisional semakin menguatkan nuansa dramatik dalam pementasan tersebut.
Acara SPECTA Edufair secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Surakarta. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antarsekolah dalam memajukan dunia pendidikan. “SPECTA Edufair ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat baik. Saya berharap sekolah-sekolah dapat saling menguatkan, bukan saling berkompetisi semata, demi memajukan pendidikan dan mengembangkan potensi generasi muda di Kota Surakarta,” ujar Astrid Widayani.
Kepala MTs SA Al Islam Jamsaren, Faizul Kirom, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas penampilan para siswa dalam membawakan dramatari tradisional tersebut. Ia menegaskan bahwa penampilan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mengenalkan seni budaya tradisional kepada masyarakat. “Melalui dramatari Ramayana Argasoka, kami ingin mengenalkan kembali kekayaan seni tradisional kepada generasi muda. Saya sangat bangga dengan para siswa yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh dan tampil maksimal membawa nama baik madrasah,” ungkapnya.
Selain penampilan dari MTs SA Al Islam Jamsaren, sekolah-sekolah lain juga menampilkan beragam pertunjukan yang memberikan nuansa religius sekaligus modern. Paduan seni islami, musik kontemporer, dan tari modern turut meramaikan rangkaian acara hingga hari penutupan, menciptakan suasana yang harmonis dan inklusif.
Melalui SPECTA Edufair ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal potensi dan keunggulan sekolah-sekolah swasta di Surakarta. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa, memperluas jejaring antarlembaga pendidikan, serta menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa sebagai bagian penting dari pendidikan karakter. (amr/my)

















