Surakarta (Humas) — Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKKMI) se-Kota Surakarta menyelenggarakan Sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2024 tentang Kurikulum Berbasis Cinta, Sabtu (13/12/2025), bertempat di Hotel Grand Larisae Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 132 peserta yang terdiri atas kepala madrasah dan guru kelas Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Surakarta.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Rifhamdani Agam, pengawas madrasah Istikomah, serta narasumber dari Balai Diklat Keagamaan Semarang.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun menegaskan bahwa penguatan kerukunan umat beragama menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama. Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak usia dini. “Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter kasih sayang, empati, dan sikap saling menghormati dalam keberagaman,” ujarnya.

Sementara itu, pengawas madrasah Istikomah menyampaikan bahwa peran pengawas sangat penting dalam memastikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta berjalan efektif di satuan pendidikan. Pengawas madrasah berfungsi melakukan pendampingan, pembinaan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam agar nilai-nilai cinta, toleransi, dan kemanusiaan benar-benar terintegrasi dalam proses belajar mengajar.
Sebagai narasumber utama, Junaidi dari Balai Diklat Keagamaan Semarang menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 1503 menekankan penguatan nilai spiritual dan kemanusiaan. Kurikulum ini berlandaskan pada cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan ilmu pengetahuan, sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembinaan akhlak dan kepribadian peserta didik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Surakarta mampu memahami serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal, dengan dukungan pengawasan yang berkelanjutan, demi terwujudnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta damai. (min/my)




















