Kota Surakarta (Humas) – Menteri Agama RI mengharapakan adanya suatu perbaikan tatanan kehidupan bangsa dan bernegara yang diawali dari keluarga. Oleh karena itu munculah suatu gagasan program dari Kementerian Agama yang berkolaborasi dengan NU dalam program yang disebut Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU). Selasa (26/09/2023) siang yang bertempat di Aula Kankemenag Kota Surakarta, Seksi Bimas Islam menyelenggarakan Rapat Koordinasi Fasilitator GKMNU Kota Surakarta.
Diikuti oleh sejumlah 40 orang peserta, rakor dipimpin oleh Umi Khozanah Mujtahidah selaku Kasi Bimas Islam serta dihadiri oleh Hidayat Maskur selaku Kepala Kantor dan Arif Syarifudin selaku Ketua Satgas GKMNU Kota Surakarta.

Seperti yang kita tahu, bahwa keluarga merupakan sekolah (madrasah) pertama bagi anak-anak kita. Apabila orang tua salah memilih tempat untuk menyekolahkan anak, maka orang tua telah salah memilihkan jalan dalam mendidik anak.
Termasuk juga, cikal bakal sikap radikal yang dimiliki seorang anak, tidak lepas dari adanya peran orang tua dalam mendidik atau memilihkan sekolah.
“Contohnya ketika ingin menyekolahkan anak di pondok, akan tetapi tidak tau tempatnya seperti apa, akhirnya anak terdidik dengan pemahaman agama yang berbeda dengan orang tua. Maka anak ini akan berpotensi memusuhi orangtua nya sendiri dikarenakan pemahaman yang berbeda tersebut,” ungkap Hidayat Maskur.
Hidayat Maskur juga memberi motivasi kepada semua peserta yang hadir, agar senantiasa berperan menjadi percontohan dalam memberikan gambaran keluarga yang baik, harmonis dan bahagia (keluarga maslahat) di lingkungan RT, RW, tempat tinggal setempat.
Senada dengan hal yang disampaikan Hidayat Maskur dalam sambutan pembukaanya, Arif Syarifudin melanjutkan rakor dengan memberikan materi tentang outlook dari konsep Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama. GKMNU memiliki misi yakni mewujudkan kemaslahatan keluarga Indonesia, khususnya keluarga NU, dengan gerakan khidmah yang solid dan terintegrasi.
Selain misi, perspektif, dimensi, intervensi, strategi pendukung, hingga rencana jangka pendek juga telah disampaikan oleh Arif Syarifudin kepada para peserta rakor.

Umi Khozanah Kembali menegaskan bahwasannya tujuan rakor ini adalah untuk melakukan koordinasi pelaksanaan 29 rangkaian program yang masuk dalam GKMNU. Selain itu, Umi Khozanah juga merasa memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan fasilitatot-fasilitator, baik yang tergabung dalam satgas GKMNU maupun dari Penyuluh Agama Islam agar siap dan totalitas melaksanakan kegiatan, sehingga 29 kegiatan tersebut dapat rampung sesuai yang ditargetkan yakni sebelum bulan November 2023.
Adapun tiga tema kegiatan dalam program GKMNU yang dimandatkan kepada Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta yaitu Bimbingan Pengantin dengan daerah sasaran Kecamatan Laweyan, Berkah Keuangan Keluarga dengan daerah sasaran Kecamatan Serengan, Pasar Kliwon dan Laweyan, dan Bimbingan Keluarga dengan daerah sasaran di lima kecamatan se-kota Surakarta. (hdy/rmd)