Kota Surakarta (Humas) – Agenda kunjungan kerja kedua Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada hari Selasa (18/03/2025), menghadiri Pengajian Nuzulul Qur’an dan Peringatan Humanitarian Day di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (MRSZS). Acara yang digelar pukul 20.30 WIB ini turut dihadiri oleh Presiden RI ke-7, Joko Widodo, serta perwakilan Kedutaan Besar dari Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, Bahrain, Yordania, Republik Arab Suriah, Bosnia, dan Azerbaijan. Hadir pula Walikota Surakarta, Respadi Ardi, FORKOMPIMDA Kota Surakarta dan sejumlah tokoh penting lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur Badan Pengelola MRSZS, Munajat, menyampaikan bahwa Pengajian Nuzulul Qur’an merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, acara ini juga memperingati Humanitarian Day sekaligus Haul wafatnya Sheikh Zayed, yang jatuh pada 19 Ramadan. “Mewakili pengurus Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Dan apabila ada kekurangan dan kekhilafan kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Munajat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tausiyahnya menyampaikan pesan mendalam tentang keagungan Al-Qur’an. “Al-Qur’an adalah surat undangan dari Allah SWT untuk manusia kembali ke surga. Kitab suci ini juga menjadi tiket bagi kita untuk kembali ke pangkuan-Nya,” tegasnya. Menag menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk abadi bagi umat manusia hingga akhir zaman, dan kehadirannya telah mengubah peradaban dunia.
Menag juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memuaskan secara emosional, tetapi juga intelektual. “Al-Qur’an mampu memberikan kepuasan emosional dan intelektual, bahkan bagi masyarakat primitif di masa lalu. Lihatlah bagaimana Nabi Muhammad SAW dalam waktu 23 tahun mampu menyebarkan ajaran Islam hingga separuh belahan dunia,” ujar Menag. Menag menambahkan, kehebatan Al-Qur’an juga tercermin dalam kemampuannya mengoreksi teori-teori ilmiah masa lampau, tanpa ada satu pun yang bertentangan dengan sains modern.

Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta, yang diwakili oleh Ahmad Ulin Nur Hafsun, turut berperan aktif dalam menyukseskan acara ini. Kehadiran Kankemenag Surakarta tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penjaga harmonisasi kegiatan keagamaan di kota tersebut.

Acara ini juga menjadi momentum untuk mengenang legacy Sheikh Zayed, pendiri UEA, yang dikenal dengan kontribusinya dalam bidang kemanusiaan. Humanitarian Day yang diperingati di MRSZS ini mengingatkan kembali akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Islam. Acara yang berlangsung khidmat ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama. Dengan demikian, Pengajian Nuzulul Qur’an dan Peringatan Humanitarian Day di MRSZS tidak hanya menjadi momentum kehangatan dan kemeriahan Ramadan 1446 H, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kerjasama internasional. (rmd)