Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta yang diwakili oleh Kepala Kantor Ahmad Ulin Nur Hafsun dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bagus Sigit Setiawan, hadir dalam acara Launching Sarung Batik Masjid Agung Surakarta yang digelar pada Minggu (23/03/2025). Acara ini menjadi momen penting dalam upaya melestarikan warisan budaya dan religi di Kota Solo. Launching dilaksanakan di Pagongan Lor Masjid Agung Surakarta, diikuti dengan pameran batik yang berlangsung di Aula Yayasan Jamaah Masjid Agung Surakarta dari tanggal 23 hingga 31 Maret 2025.
Dalam acara tersebut, ditampilkan 25 motif batik kreasi baru yang terinspirasi dari ornamen dan bangunan Masjid Agung Kauman Surakarta. Setiap motif sarat dengan makna filosofis, menggambarkan keindahan dan nilai sejarah masjid yang telah menjadi ikon religi dan budaya di Kota Solo. Kehadiran motif-motif ini diharapkan dapat mengungkap “hidden gems” Masjid Agung Kauman melalui seni batik.

Pemilihan sarung sebagai souvenir khas Kota Solo bukan tanpa alasan. Sarung, sebagai salah satu busana tradisional Indonesia, diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan serta mendukung para pelaku UMKM batik. Dampak positifnya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pelaku pariwisata, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam industri batik.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan buku motif batik Masjid Agung Surakarta kepada Walikota Surakarta Respati Ardi, yang turut hadir dalam acara tersebut. Buku tersebut diserahkan oleh Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta dan Ketua Yayasan Jamaah Masjid Agung Surakarta, sebagai persembahan dari Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Solo.

Kesuksesan penyelenggaraan acara ini juga tidak lepas dari jalinan kolaborasi dari Mataya Art & Heritage dengan berbagai pihak terkait. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Launching Sarung Batik Masjid Agung Surakarta tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga sebagai upaya untuk menjaga warisan sejarah dan religi Kota Surakarta. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Masjid Agung Surakarta semakin dikenal sebagai salah satu rekomendasi destinasi wisata religi dan budaya yang kaya akan nilai sejarah di Solo. (rmd)