Arus mudik Idul Fitri 2025 mulai menunjukkan kepadatan di jalan-jalan utama, khususnya di Kota Surakarta. Sejumlah kendaraan pribadi dengan plat nomor luar kota sudah mulai terlihat, mengindikasikan banyaknya pemudik yang menuju atau sekadar singgah untuk beristirahat di Surakarta. Kendaraan pribadi yang melintasi jalur darat tentu membuat para pemudik merasa kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Surat Edaran (SE) Menag No 2 Tahun 2025 menginstruksikan untuk mengaktifkan masjid-masjid sebagai tempat beristirahat yang nyaman bagi para pemudik. Sebagai langkah tindak lanjut, Kota Surakarta turut serta dengan menetapkan lima masjid yang siap menerima pemudik dan memberikan fasilitas lengkap selama 24 jam.

Lima masjid tersebut, yang disebut sebagai “Masjid Ramah Pemudik,” telah diresmikan secara simbolis oleh Walikota Surakarta, Respati Ardi, didampingi oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Ulin menyampaikan bahwa masjid-masjid tersebut akan memberikan layanan lengkap bagi para pemudik, seperti tempat beristirahat yang nyaman, fasilitas ibadah, serta takjil yang akan disediakan oleh petugas yang telah dijadwalkan. “Empat masjid ini siap melayani pemudik 24 jam dengan fasilitas yang memadai. Selain itu, kami bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam dan organisasi masyarakat seperti Ansor untuk memastikan pelayanan yang optimal,” ujarnya.

Salah satu masjid yang terlibat adalah Masjid Sri Sasanti Sujitno yang terletak di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Masjid ini turut menggandeng Ansor dalam menyediakan layanan bagi pemudik. Selain itu, Walikota Surakarta, Respati Ardi berharap agar posko-posko mudik di masjid-masjid ini dapat memberikan sambutan hangat kepada para pemudik yang melintasi Kota Surakarta. “Saya juga berharap agar ada partisipasi aktif dari masyarakat untuk menjaga keamanan, mitigasi potensi kejahatan, serta mengantisipasi kecelakaan, sehingga pemudik merasa aman dan nyaman,”jelasnya.
Kemenag Surakarta juga menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Surakarta untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan guna mendukung fasilitas masjid ramah pemudik. Setelah peresmian, Kakankemenag melanjutkan kegiatan dengan memonitor persiapan empat masjid lainnya dan menyerahkan bantuan bahan pokok.

Adapun lima masjid yang resmi ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik 2025 di Surakarta adalah:
- Masjid Sri Sasanti Sujitno, Pajang Laweyan
- Masjid Sheikh Zayyed, Gilingan Sumber
- Masjid Jamsaren, Serengan
- Masjid Ni’mah, Tanjunganom
- Masjid An-Nur.
Melalui program ini, diharapkan pemudik yang melintasi Kota Surakarta dapat merasakan kenyamanan dan ketenangan selama perjalanan mudik mereka. (may)