Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta kembali menggelar bimbingan manasik haji sepanjang tahun melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU). Pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Minggu (16/03/2025) di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (MRSZS), diikuti oleh sekitar 450 Calon Jamaah Haji (CJH) Reguler Kota Surakarta dengan estimasi keberangkatan tahun 2025.
Materi yang disampaikan pada pertemuan kedua ini fokus pada Fiqh Ibadah Haji dan Umroh. Pembahasan terbagi menjadi tiga sesi, dengan narasumber yang dihadirkan, yaitu Penyelenggara Zakat dan Wakaf Arif Ansori, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Pembimbing Ibadah Haji Kloter SOC 91 Tahun 2024 Sumiyati, serta Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kecamatan Laweyan sekaligus Pembimbing Ibadah Haji Kloter SOC 91 Tahun 2022 Fitrotun Rahmawati.
Arif Ansori, sebagai pemateri pertama, membuka sesi dengan menjelaskan dasar-dasar fiqh haji dan umroh. Ia tidak hanya menjabarkan pengertian dan pelaksanaan ibadah haji dan umroh, tetapi juga menekankan pentingnya kemandirian bagi para calon jamaah haji. “Kita, Jamaah harus mandiri. Benar yang disampaikan Pak Hastono (Pelaksana Seksi PHU) tadi, dari sekarang mulai latihan membaca Google Maps. Kita jangan njagake karu, jangan njagake karom, atau njagake kancane!,” ujar Arif Ansori.

Fitrotun Rahmawati dan Sumiyati melanjutkan materi dengan penjelasan mendetail tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umroh, praktik-praktik yang harus dipersiapkan oleh calon jamaah, serta larangan-larangan yang harus dipatuhi. Keduanya juga memberikan tips dan motivasi agar para peserta dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar.
Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB ini berlangsung hingga pukul 09.15 WIB. Selama pelaksanaan bimbingan manasik haji, sedikit menahan rasa kantuk tidak mematahkan semangat peserta tetap antusias. CJH yang hadir juga aktif dalam sesi tanya jawab yang dibuka.
Bimbingan manasik haji ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan yang diselenggarakan Kemenag Surakarta untuk memastikan calon jamaah haji memahami dengan baik tata cara ibadah serta memiliki kesiapan mental dan spiritual. Pertemuan selanjutnya dijadwalkan akan membahas materi terkait persiapan kesehatan sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah haji. (rmd)